Minggu, 12 Agustus 2012

Hari 2

yeesss..
kata pertama yang langsung aku ucapin di penghujung malam ini..
karena apa?? ya, karena di hari kedua ini aku berhasil melewati godaan2 di meja makan maupun di kulkas. hahaha
sempet si tadi makan putu ayu 1 sama lemonia 1 keping, toleransi dikit deh. hehe
tapi yang penting, secara keseluruhan aku berhasil..
tadi sore makan sama selada mentah, ayam rebus + setengah telor ayam rebus..
gak enak kecuali telornya..
hari ketiga sampe ke 8 masih menanti, semoga bisa terlewati dengan baik dan hasilnya memuaskan.. amin
berharap angka 48 atau 49 di timbangan bakal tersenyum sama aku. :)

Sabtu, 11 Agustus 2012

Hari 1

hari ini hari pertama aku ngejalanin diet lagi..
tadi buka puasa pake 2 kurma, selada mentah dan telur rebus..
asli gak enak banget seladanya.. buat ganjelnya aku makan ubi namanya busil yang kecil..
rada tergoda liat masakan ibu di meja makan, ada oseng tahu + cesin ditambah semur daging sapi..
yummmyyy banget..
tapi tetep komitmen ma prinsip, jangan sampe tergoda sama makanan2 itu..
alhasil aku gak tergoda, alhamdulillah..
buat nyiasatin biar gak tergoda, jam 9 aku langsung sikat gigi. kan kalo udah sikat gigi, mau makan juga udah males..
jadi yaaa, semoga besok dan seterusnya sampe hari terakhir puasa bisa gini terus. amiinnn

Jumat, 10 Agustus 2012

Perjuangan 49

dari awal puasa sebenernya udah niat mau ngejalanin diet selama 30 hari..
hahahahaha, tapi ya gitu cuma bertahan 1 minggu pertama aja, di minggu kedua sama ketiga ancur lagi deh makanku... terakhir nimbang pas minggu kedua puasa tuh udah trun 3kg, yg semula 54 jadi 51. ga tau jg tu timbangan bener apa enggak. hehehehe
dan sekarang udah memasuki hari ke 21 nih, mau nyobain lagi, moga si tahan godaan.
pengen bisa nurunin mpe 48/49 aja kok, gak banyak2..
oya, jadi inget mimpi semalem, pas hari lebaran perut buncit aja gara2 banyak makan.. huuuffffttt
moga cuma mimpi deh, na'uzdubillah..
dan hari pertama diet dimulai..
tadi sahurnya kayak biasa, 2 kurma + 3 gelas air putih..
nah buat buka puasanya ni ntar mau nyiapin selada mentah + telur rebus.
okke, ditunggu hari2 berikutnya.. semoga tahan sampe hari terakhir puasa. :)

Kamis, 03 Mei 2012

Mengatasi Sembelit dengan Jus Apel



img
Sembelit atau konstipasi adalah kondisi yang tidak menyenangkan dan berbagai cara dilakukan orang agar bisa terbebas dari masalah ini. Sembelit ternyata bisa diatasi dengan mengonsumsi jus apel.

Suatu kondisi disebut sembelit jika seseorang buang air besar kurang dari 3 kali dalam seminggu. Seseorang akan merasakan perut yang penuh atau kembung serta rasa sakit saat buang air besar. Kondisi ini tentu saja membuat tidak nyaman dan mengganggu.

Dikutip dari Healthcentral, Selasa (6/7/2010) ada berbagai macam penyebab dari sembelit yaitu kurang asupan serat, kurang minum yang membuat pergerakan usus lebih lambat, kurangnya olahraga, mengonsumsi obat tertentu, perubahan gaya hidup, mengabaikan rasa ingin buang air besar dan beberapa penyakit tertentu seperti irritable bowel syndrome serta penyakit lain yang berhubungan dengan organ pencernaan.

Terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghentikan sembelit, seperti mengambil obat pencahar, berolahraga, mengonsumsi serat dari sayuran dan buah. Tapi salah satu metode terbaik yang bisa mengatasi sembelit adalah menggunakan jus apel.

Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan dengan jus apel untuk menyingkirkan sembelit, seperti dilansir Buzzle:

Metode 1
Jika mengalami kasus sembelit ringan, minumlah jus apel segar dan jus pir setelah bangun tidur di pagi hari dan satu jam sebelum tidur.

Pir dan apel ini membantu memberikan serat tambahan dan mineral, vitamin serta zat lain yang bisa membersihkan usus besar, ginjal serta regenerasi sel-sel darah.

Metode 2
Jika mengalami kasus sembelit kronis, maka konsumsi campuran antara jus apel dan prune setidaknya 3-4 kali setiap hari. Jika memungkinkan konsumsi juga jus apel segar.

Sebaiknya jus apel yang dikonsumsi adalah jus yang dibuat sendiri dan tidak berasal dari kemasan, karena ada kemungkinan jus apel sudah bercampur dengan bahan dari kemasan tersebut.

Buah apel sendiri sebenarnya tidak mengandung kolesterol dan memiliki cukup serat yang bisa membantu mengatur pergerakan usus besar, karena itulah mengonsumsi jus apel bisa membantu mengatasi sembeit.

Gangguan Pola Makan dan Jenisnya

Gangguan Pola Makan & Jenisnya
bulimiaGangguan pola makan adalah suatu obsesi seseorang dengan makanan & berat badan yang merugikan kesehatan. Meskipun setiap orang terkadang pernah merisaukan mengenai berat badannya, tetapi pada penderita gangguan pola makan, mereka melakukan segala cara (bahkan yang ekstrem sekalipun) untuk menghindari terjadinya kenaikan berat badan.

Di Amerika sendiri menurut sumber dari National Association of Anorexia Nervosa and Associated Disorders, terdapat 8.000.000 penderita gangguan pola makan, dimana 90 % diantaranya adalah wanita. Gangguan pola makan dapat dialami oleh siapa saja tua-muda, kaya-miskin & biasanya mulai berawal dari masa remaja, tetapi dapat juga dimulai dari usia dini seperti umur 8 tahun.

Gangguan pola makan adalah gangguan pada emosional & fisik penderita yang dapat membahayakan jiwa penderitanya. Gangguan tersebut meliputi emosi yang ekstrim & gangguan tingkah laku serta kebiasaan yang mengelilingi masalah mengenai berat badan & makanan.

Berikut jenis gangguan pola makan yang medicastore ambil dari www.nationaleatingdisorders.org :

  1. Anorexia Nervosa
    Adalah gangguan pola makan dimana penderitanya sengaja untuk menahan lapar supaya dapat mengurangi berat badan secara berlebihan. Biasanya penderita anorexia nervosa selalu merasa gemuk meskipun tubuhnya terlihat sangat kurus sekali. Anorexia nervosa telah banyak memakan banyak korban di dunia mode internasional seperti kematian model asal Brasil, Ana Carolina Reston & model asal Perancis, Isabelle Caro.
  2. Bulimia Nervosa
    Penderita bulimia nervosa ditandai dengan fase makan secara berlebihan (lebih dari yang biasa dimakan seseorang) kemudian diikuti dengan fase pembersihan atau pengeluaran melalui cara memuntahkan makanan, penyalah gunaan obat pencahar ataupun olahraga secara berlebihan. Mendiang putri Diana pernah mengakui bahwa dirinya juga pernah mengalami bulimia nervosa.
  3. Makan tanpa kontrol (binge eating/compulsive overeating)
    Penderita binge eating biasanya ditandai dengan periode makan secara tak terkontrol, kompulsif & terus menerus melebihi batasan perasaan ‘kenyang’. Meskipun tidak ada fase pembersihan/pengeluaran, penderitanya dapat melakukan berhenti makan secara tiba-tiba atau melakukan diet ketat. Penderita “binge eating” juga seringkali merasa malu atau tersiksa setiap kali habis makan. Mereka juga biasanya juga menghadapi masalah emosional seperti kecemasan, depresi & kesepian, yang dapat memberikan kontribusi terhadap terhadap terjadinya gangguan pola makan. Berat badan penderita “binge eating” dapat bervariasi antara normal, sedang hingga yang menderita obesitas berat.
Penyebab Gangguan Pola Makan
Penyebab gangguan pola makan diatas terdiri dari beberapa faktor, seperti yang medicastore ambil dari www.mayoclinic.com berikut ini :
  • Faktor Biologi
    Ada gen yang dapat membuat orang tertentu lebih mudah untuk mengalami gangguan pola makan. Orang dengan anggota keluarga terdekat yang mengalami gangguan pola makan (seperti saudara kandung atau orang tua) juga lebih mudah untuk mengalami gangguan pola makan, sehingga dikaitkan dengan adanya hubungan genetik. Sebagai tambahan terdapat bukti yang menunjukkan bahwa serotonin (senyawa kimia yang terdapat di otak) dapat mempengaruhi kebiasaan makan seseorang.
  • Faktor Kesehatan Psikologi & Emosional
    Orang yang menderita gangguan pola makan seringkali juga mempunyai masalah psikologi & emosional yang berkontribusi terhadap gangguan tersebut. Mereka bisa jadi mempunyai kepercayaan diri yang rendah, perfeksionisme, prilaku impulsif, kesulitan untuk mengontrol kemarahan, konflik keluarga & kesulitan untuk membina hubungan.
  • Faktor Lingkungan
    Budaya pada masyarakat barat modern seringkali juga menimbulkan & memperkuat keinginan untuk menjadi kurus. Kesuksesan & penghargaan seringkali dikaitkan dengan menjadi kurus pada kebudayaan pop saat ini. Tekanan dari teman sebaya & yang dilihat orang di berbagai media dapat meningkatkan keinginan seseorang untuk menjadi kurus, terutama pada gadis remaja.
Tanda & Gejala Terjadinya Gangguan Pola Makan
Berikut adalah beberapa tanda & gejala terjadinya gangguan pola makan yang dapat diwaspadai oleh para orang tua & keluarga, yang medicastore ambil dari www.mayoclinic.com :
  1. bulimiaTanda & gejala anorexia nervosa.
    • Menolak untuk makan & menyangkal rasa lapar.
    • Ketakutan yang sangat terhadap kenaikan berat badan.
    • Mempunyai gambaran terhadap diri sendiri yang negatif.
    • Melakukan olahraga secara berlebihan.
    • Mempunyai perasaan & mood yang datar.
    • Sibuk dengan makanan.
    • Menarik diri dari lingkungan sosial.
    • Penampakan yang kurus.
    • Pusing atau pingsan.
    • Adanya bulu halus di seluruh tubuh (lanugo).
    • Mengalami haid yang tidak teratur/tidak sama sekali haid (amenorrhea).
    • Konstipasi/sembelit.
    • Nyeri pada perut.
    • Kulit kering.
    • Sering merasa kedinginan.
    • Detak jantung yang tidak teratur.
    • Tekanan darah yang rendah.
    • Dehidrasi.
  2. Tanda & gejala bulimia nervosa.
    • Makan hingga merasa sakit, biasanya dengan makanan yang tinggi lemak atau manis.
    • Menginduksi diri sendiri untuk muntah.
    • Penggunaan laksatif/pencahar.
    • Olahraga secara berlebihan.
    • Fokus terhadap berat badan & bentuk tubuh yang tidak menyehatkan.
    • Mempunyai gambaran diri sendiri yang negatif.
    • Pergi ke toilet setiap habis makan atau diantara waktu makan.
    • Merasa tidak bisa untuk mengendalikan kebiasaan makan.
    • BAB yang tidak normal.
    • Memiliki kerusakan gigi & gusi (akibat terkena asam lambung saat memuntahkan makanan).
    • Pembengkakan pada kelenjar air liur di daerah pipi.
    • Sakit di mulut & tenggorokan.
    • Dehidrasi.
    • Detak jantung yang tidak teratur.
    • Adanya lecet, luka atau terlihat tulang di buku jari/tangan.
    • Mengalami haid yang tidak teratur/tidak sama sekali haid (amenorrhea).
    • Melakukan diet atau puasa secara terus menerus.
    • Kemungkinan juga mengalami penyalahgunaan obat terlarang ataupun minuman beralkohol.
  3. Tanda & gejala makan tak terkontrol (binge eating).
    • Makan hingga merasa sakit.
    • Makan dalam jumlah yang banyak di waktu-waktu tertentu (saat mengalami episode binge) dibandingkan waktu biasanya.
    • Makan lebih cepat (saat mengalami episode binge).
    • Merasa tidak bisa untuk mengendalikan kebiasaan makan.
    • Seing makan sendirian.
    • Merasa risau & kesal dengan banyaknya makanan yang dimakan.
Masalah Kesehatan Akibat Gangguan Pola Makan
Membatasi apa yang kita makan & berolahraga memang menyehatkan. Tetapi yang tidak sehat adalah apabila selalu khawatir mengenai berat badan & apa yang kita makan. Orang yang menderita gangguan pola makan akan melakukan apapun, bahkan yang membahayakan tubuh karena obsesi mereka mengenai berat badan.

Jika tidak ditangani, anorexia nervosa & bulimia nervosa dapat menyebabkan masalah kesehatan berikut ini, yang medicastore ambil dari familydoctor.org :
  • masalah pada pencernaan.
  • masalah pada jantung.
  • masalah pada siklus mentruasi.
  • dehidrasi.
  • kulit kering & bersisik.
  • masalah pada gigi (pada bulimia nervosa).
  • timbul rambut halus di seluruh tubuh, termasuk wajah (pada anorexia nervosa).
Sedangkan pada gangguan pola makan binge eating, dapat menyebabkan masalah pada sistem pencernaan, diabetes, kolesterol & jantung akibat sering mengkonsumsi makanan yang berlemak & manis dalam jumlah banyak.

Penanganan Gangguan Pola Makan
bulimiaPenanganan gangguan pola makan tergantung dari jenis gangguan pola makan yang diderita. Tetapi secara umum, hal tersebut termasuk dengan cara psikoterapi, edukasi mengenai nutrisi & pengobatan. Jika nyawa penderita gangguan pola makan dalam bahaya, dapat diperlukan rawat inap di RS untuk menstabilkan kesehatan.

Berikut adalah uraian dari masing-masing penanganan gangguan pola makan, yang medicastore ambil dari www.mayoclinic.com :
  • Psikoterapi
    Psikoterapi secara individu dapat membantu penderita untuk merubah kebiasaan yang tidak sehat menjadi sehat. Penderita gangguan pola makan dapat mengawasi apa yang dimakan serta perasaannya, mengembangkan kemampuan untuk memecahkan masalah & mencari cara yang lebih menyehatkan untuk menghadapi situasi yang menimbulkan stres. Psikoterapi juga dapat meningkatkan kemampuan untuk berhubungan dengan orang lain. Jenis psikoterapi yang disebut dengan terapi tingkah laku kognitif (cognitive behavioral therapy) biasa digunakan untuk untuk penanganan gangguan pola makan, terutama pada bulimia nervosa & binge eating. Terapi kelompok juga dapat membantu penanganan gangguan pola makan tersebut bagi beberapa orang.

    Terapi dengan keluarga juga dapat menjadi penanganan yang efektif bagi para anak-anak & remaja yang mengalami gangguan pola makan. Terapi jenis ini dilakukan dengan asumsi bahwa penderita tersebut tidak mampu untuk mengambil keputusan karena faktor kesehatannya & memerlukan bantuan dari keluarga. Peran keluarga yang penting dalam terapi jenis ini adalah bahwa keluarga terlibat untuk memastikan anak atau anggota keluarga yang lain mengikuti pola makan yang sehat & memperbaiki berat badannya. Terapi jenis ini juga dapat membantu menyelesaikan konflik keluarga & mendorong dukungan dari anggota keluarga yang lainnya.
  • Edukasi mengenai gizi & perbaikan berat badan
    Jika mengalami berat badan yang kurang akibat gangguan pola makan, tujuan pertama dari terapi adalah untuk mengembalikan berat badan kembali sehat. Berapa pun berat badan penderita, ahli gizi dapat membantu merancang diet yang sehat & juga membantu membuat pola makan yang dapat membuat penderita mencapai berat badan yang sehat serta mempunyai kebiasaan makan yang normal. Bagi penderita gangguan pola makan binge eating, akan memperoleh manfaat tambahan penurunan berat badan yang terkontrol.
  • Rawat inap
    Jika penderita gangguan pola makan mempunyai masalah kesehatan yang serius atau bagi penderita anorexia nervosa ynag menolak untuk makan atau menambah berat badan, maka dokter akan merekomendasikan rawat inap di RS, baik di bangsal medis ataupun psikiatri. Beberapa klinik ada yang mengkhususkan diri dalam perawatan gangguan pola makan sementara ada juga klinik yang menawarkan program harian. Program untuk gangguan pola makan biasanya menawarkan penanganan yang lebih intensif dalam jangka waktu yang lebih lama.
  • Pengobatan
    Obat tidak dapat menyembuhkan gangguan pola makan. Tetapi obat dapat membantu mengontrol keinginan untuk membuang makanan, binge eating ataupun kerepotan yang berlebihan dengan makanan & diet. Obat seperti misalnya anti depresi & anti cemas juga dapat membantu gejala depresi atau kecemasan, yang seringkali dihubungkan dengan gangguan pola makan.

Template by:

Free Blog Templates